Sabtu, 28 Desember 2013

sepotong memory


“SEPOTONG MEMORY”

Baru saja kurebahkan tubuhku sejenak setelah menikmati santapan makan malam. Sebuah gitar dipelukanku dan mataku menerawang jauh kelangit-langit kamar yang terlihat suram. Kupetik satu per satu senar gitar kesayanganku, melantunkan sebuah tembang ‘tinggal kenangan’ dari Gaby. Potongan lirik lagu itu mengingatku akan kenangan dimasa-masa putih biru yang seperti roll film sedang diputar dikepalaku.
Aneh memang. Tapi entah kenapa, aku masih ingat persis masa-masa itu. Masa dimana, remaja sepertiku sedang dimabuk cinta dan selalu memiliki rasa ingin tahu tentang hal yang berbau seperti itu.
Sebagai awal pada fase pertumbuhan dari anak-anak menuju remaja, gadis seusiaku mulai menaruh perhatian pada lawan jenis. Termasuk diriku sendiri. Diawali dengan tatapan yang menggetarkan jiwa itu, membuat diriku mengagumi seseorang yang sama sekali aku tak tahu apa dia merasakan hal yang sama padaku, bahkan sampai saat ini pun aku masih bisa mengingatnya dengan jelas. Satu yang bisa kupastikan, tatapan itu bukan sekedar tatapan biasa. Aku menyebutnya dengan ‘chemistry’.
Banyak yang bilang kalau ‘cinta itu berawal dari mata turun kehati’. Mungkin ini sama persis dengan apa yang aku alami. Ada juga yang bilang ‘mencintai itu terbatas, sedangkan mengagumi itu tanpa batas’. Dan untuk yang satu ini, aku masih mencoba mencari dan memahami apa arti sebenarnya dari kalimat itu karena pandangan setiap orang dalam mengartikan sesuatu berbeda-beda. Tapi aku sama sekali tak pernah tahu apakah itu cinta, atau hanya kekaguman semata?.
Jika itu cinta, tidak mungkin orang sepertiku mampu untuk tidak mengungkapkannya walau hanya dengan bahasa tubuh atau dalam rangkaian kata. Namun, jika itu hanya rasa kagum, tidak mungkin aku masih bisa mengingat dengan jelas sosok itu sampai sekarang. Padahal kita tidak pernah bertemu dalam 3.5 tahun terakhir. Caranya menatapku masih sangat jelas dalam ingatan ini.
Begitulah kehidupan. Terkadang kita menjadi manusia yang melupakan sesuatu yang bersifat kecil ataupun sepele. Tidak menutup kemungkinan juga kita melupakan sesuatu yang penting dalam hidup kita. Tapi alangkah indahnya jika kita diizinkan oleh Tuhan, untuk mengingat sesuatu yang bersifat sepele namun dapat melukiskan segaris senyum ketika kita mengingatnya.